Cari Blog Ini
Minggu, 19 September 2010
soliditas management persija goyang
Bukan hanya status kepengurusan, manajemen Persija Jakarta juga terus digoyang persoalan. Pengurus lama positif merombak total manajemen klub berjuluk Macan Kemayoran.
Klaim saling gusur elite Persija semakin kronis. Pengurus Macan Kemayoran yang lama membekukan status Asisten Manajer Ferry Indra Syarief. Sebagai penggantinya, mereka lalu menunjuk Benny Erwin sebagai suksesor Ferry. Ketua Umum (Ketum) Persija Toni Tobias mengatakan, penggantian Ferry merupakan satu paket dengan posisi manajer.
”Kami memutuskan mengganti asisten manajer Persija. Keputusan tersebut merupakan kelanjutan dari penggantian manajer,” kata Toni kemarin.
Pengurus Macan Kemayoran versi Toni sebelumnya sudah mengganti Manajer Harianto Badjoeri dengan Effendi ’Effan’ Anas. Penunjukan Effan sebagai manajer baru didasarkan kepada surat keputusan (SK) nomor 177/ KPT/KU/ Sekr/VIII/2010. Sementara soal perubahan manajemen Persija saat ini diklaim juga sah. Sebab, Toni menegaskan perubahan manajemen Persija sudah mendapat persetujuan dari pemprov.
”Ferry diganti karena gagal mengoordinasikan hubungan antara manajemen dan pengurus. Efeknya, hubungan pengurus dengan Pak Badjoeri buruk. Kami tidak mungkin melakukan perubahan tanpa persetujuan pemprov. Untuk manajer tetap Pak Effendi,” lanjutnya.
Kondisi ini membuat situasi makin rumit lantaran menguatnya dualisme kepengurusan Persija. Selain pengurus versi Toni, Macan Kemayoran juga memiliki ketum bentukan tim formatur. Hadi Basalamah diklaim tim formatur sebagai suksesor Toni.
Mengacu pada kebijakan kepengurusan Ketum Persija Hadi, manajemen tidak mengalami perubahan. Soal APBD, kubu Hadi mengatakan Persija tak akan dapat uang rakyat itu. Tapi, Toni mengatakan, Persija saat ini tetap mendapatkan subsidi dari anggaran belanja tambahan (ABT) dari Pemprov DKI Jakarta.
”Saya ikut rapat dengan anggota dewan. ABT untuk Persija itu ada, tapi besarnya tidak bisa disebutkan. Saat ini belum diberikan karena harus memperbaiki manajemen. Dana musim lalu tidak bisa dipertanggungjawabkan penggunaannya oleh manajemen lama,” tandas Toni.
Sementara itu, klarifikasi diberikan Ferry. Mantan ketua umum The Jakmania itu mengatakan statusnya sebagai asisten manajer tetap aktif karena belum ada mandat pemberhentian dari Badjoeri.
Namun, Ferry berharap polemik internal Persija segera berakhir lantaran kick-off kompetisi mulai digulirkan Minggu (26/9).
”Keadaan tetap normal. Saya diangkat oleh Pak Badjoeri. Maka, kebijakan pemberhentian juga harus sama. Saat ini tidak ada perintah apa-apa dari Pak Badjoeri,” pungkas Ferry
artikel : bolaindo
post : jaklevi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar