Cari Blog Ini
Jumat, 17 September 2010
dewan tak loloskan APBD, rencana ikut liga primer, persija siapkan 2 tim
Persija Jakarta berencana membentuk dua tim. Duo klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut akan bermain di Indonesia Super League (ISL) dan kompetisi tandingan, Liga Primer Indonesia. Semua ini membuat internal Persija yang sempat adem kembali panas.
Persoalan saling klaim ketua umum (ketum) Persija yang sempat mereda kembali bergolak. Ketum Persija Hadi Basalamah yang dibentuk tim formatur kembali mengklaim sebagai pengurus yang sah. Mereka yang mendapat persetujuan 23 klub secara tegas menganggap kepemimpinan lama versi Ketum Persija Toni Tobias sudah berakhir.
Kepengurusan baru bahkan sudah menyiapkan kebijakan baru terkait masa depan kompetisi Macan Kemayoran. Hadi mengungkapkan, Persija akan membentuk dua tim.
”Persija akan membentuk dua tim dan bertanding pada kompetisi berbeda. Rencananya, Persija A akan bermain di ISL, Persija B merumput di Liga Primer. Persija tetap ambil bagian di Liga Primer,” tandas Hadi kemarin.
Pengurus baru juga mengklaim siap mencarikan sumber pendanaan klub. Sebab, beban anggaran Macan Kemayoran bisa dikatakan membengkak bila harus berdiri pada dua kaki kompetisi berbeda. Mengacu pada pembiayaan Persija musim 2009/2010, mereka membutuhkan anggaran total Rp21 miliar.
Sedikitnya anggaran Rp14,6 miliar dipakai untuk membangun kekuatan, sisanya membiayai operasional klub. Budget Rp14 miliar juga dibutuhkan untuk membayar kontrak pemain pada ISL 2010/2011.
”Biaya yang dibutuhkan untuk menghidupi dua tim memang besar, tapi akan diusahakan. Tidak masalah, karena ini akan dipakai sebagai parameter pembanding kualitas ISL dengan Liga Primer. Tapi, yang terpenting saat ini adalah penegasan status pengurus baru karena keberadaan Pak Toni tetap tidak sah,” lanjutnya.
Pengurus baru tetap mengklaim status Hadi sebagai suksesor Toni legal. Sebab, keputusan tim formatur menunjuk ketum baru mengacu pada surat nomor 03/PSJ/ RUALB/VIII/2010 restrukturisasi dan reformasi Persija.
Lahirnya surat tersebut sebelumnya didasari permintaan 22 klub melalui surat nomor B/01/XI/2009/PSPS, tanggal 14 November 2009, yang meminta perubahan komposisi pengurus.
Sementara itu, harapan Persija plus saudara mudanya, Persitara Jakarta Utara, mendapatkan jatah anggaran dari APBD Provinsi DKI Jakarta tak terwujud. DPRD DKI Jakarta tak meloloskan pengajuan dana dengan total Rp20 miliar yang diminta duo klub itu.
”Dewan tak meloloskan dana untuk Persija ataupun Persitara. Dana dari APBD sesuai aturan pemerintah hanya untuk membangun infrastruktur dan yang lain. Dana itu tak boleh untuk mengontrak pemain atau pembiayaan klub profesional,” cetus Rizal Hafid, Ketua Pengcab PSSI Jakarta Utara, kemarin
artikel :bolaindo
post :jak levi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar