Cari Blog Ini

Minggu, 29 Agustus 2010

pasang surut macan kemayoran

Proses restrukturisasi Persija Jakarta akan terus bergulir. Bukan hanya posisi manajemen, status Ketua Umum (Ketum) Persija Toni Tobias kembali digoyang. Kemelut internal Persija belum juga berakhir. Setelah mereda, kursi kekuasaan Toni kembali rawan.

Tim Formatur Persija Bambang Sucipto mengungkapkan, pengurus sudah menerima surat dari Mabes AL terkait sikap indisipliner Toni. Dalam surat bernomor R/68/VIII/2010 tersebut, Toni dinilai melanggar beberapa aturan.

”Pak Toni tidak lagi mendapat izin KASAL karena sudah berlaku indisipliner. Sebelumnya Pak Toni memang terbukti melakukan pemalsuan identitas dalam dokumen PT,” ungkap Bambang kemarin.

Soliditas elite Macan Kemayoran tampaknya harus diuji kembali. Sebelumnya manajemen Persija sempat mengalami suksesi efek lahirnya SK bernomor 177/KPT/ KU/Sekr/ VIII/2010,12 Agustus. SK yang ditandatangani Toni tersebut menunjuk Effendi Anas sebagai suksesor Manajer Haryanto Bajuri.

Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes menyatakan, Persija sudah saatnya melakukan perombakan pengurus.

”PSSI juga sudah menerima tembusan surat dari KASAL. Persija sudah sah melakukan penggantian ketum. Bagi kami, yang penting problem internal Persija selesai,” katanya.

Upaya penyelesaian problem kepengurusan Persija sebelumnya sempat digantung. PSSI yang menjadi motor justru bersikap pasif pada tiga rapat internal Macan Kemayoran. Nugraha menambahkan, Persija tidak perlu menggelar rapat umum luar biasa (RULB).

”Kami waktu itu berharap internal mereka berdamai. Tapi, kalau kondisinya seperti ini, ketum Persija yang baru bisa langsung ditetapkan. Tidak perlu RULB lagi karena beberapa waktu lalu katanya sudah dilakukan. Status Pak Toni tidak sah karena ada surat dari KASAL,” lanjutnya.

Suhu elite Persija memang kembali mendidih. Namun, situasi itu tidak memengaruhi tim. Persiapan Macan Kemayoran menjelang kick-off Indonesia Super League (ISL) 2010/2011 tetap berjalan. Terakhir, mereka berhasil melengkapi kuota 18 amunisi lokal dengan merekrut pilar Sriwijaya FC (SFC) Oktavianus.

Asisten Manajer Persija Ferry Indra Syarief mengatakan, klub tidak lagi mencari pemain lokal.

”Pemenuhan target kuota lokal sudah dilakukan. Kami resmi mengikat Oktavianus. Dia saat ini sudah mulai berlatih bersama pemain lainnya,” ujar Ferry.

Bergabungnya Oktavianus semakin menambah panjang daftar pemain mantan SFC. Sebelum Oktavianus, Hendro Kartiko, Toni Sucipto, M Nasuha, Precious Emuejeraye, Andri Tani, Ambrizal, AA Ngurah Nanak sudah lebih dahulu berkostum Macan Kemayoran. Amunisi lokal baru lainnya adalah Ahmad Marzuki (Persitara) dan Syamsul Chaeruddin (PSM).

Manajemen Persija juga menambahkan, klub memberikan kewenangan penuh kepada Pelatih Rahmad Darmawan untuk membangun kekuatan musim depan.

”Pak Rahmad yang merekomendasikan Oktavianus. Kami tidak membatasi kebebasannya merekrut pemain. Bagaimanapun, dia yang lebih tahu kebutuhan tim saat ini,” kata Ferry.

Terpenuhinya kuota lokal sekaligus menepis rumor batal bergabungnya Syamsul. Sebelumnya mantan gelandang PSM tersebut diisukan membelot ke SFC
artikel : bolaindo
post : jaklevi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar