Persija Jakarta melakukan klarifikasi status manajer. Sebab, klub berjuluk Macan Kemayoran itu mengklaim tidak adanya perombakan manajemen seperti yang beredar tengah pekan ini.Manajemen Persija menegaskan tidak adanya pergantian manajemen. Sebelumnya Ketua Umum Persija Toni Tobias melakukan perombakan manajemen. Status Manajer Harianto Badjoeri dibekukan, lalu diberikan kepada Effendi Anas. Pengangkatan Effendi Anas melalui surat keputusan (SK) bernomor 177/KPT/KU/Sekr/VIII/2010 tentang penetapan manajer Persija untuk kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2010/2011. Namun, kemarin Badjoeri mengungkapkan, komposisi manajemen Persija tidak mengalami perubahan.
"Saya berharap status manajemen Persija tidak menjadi polemik dan berlarut-larut. Saya tegaskan, tidak ada perubahan komposisi atau pergantian manajemen. Saya sudah bertemu gubernur dan dia tidak tahu menahu situasi ini," kata Badjoeri.
Manajemen Macan Kemayoran juga mengatakan yang berhak melakukan perubahan manajemen adalah pengelola Persija. Badjoeri menambahkan, SK pengangkatan Effendi Anas bersifat ilegal karena ditandatangani oleh ketua umum.
"Saya kaget lantaran diberhentikan oleh Toni Tobias. Organisasi Persija berbeda dengan lainnya. Yang berhak mengganti manajemen adalah pemilik klub, dalam hal ini Pemda DKI Jakarta melalui gubernur. Jadi, SK yang dikeluarkan Toni Tobias tidak sah. Tidak ada dasar hukum yang melatarbelakanginya. SK penunjukan saya juga belum dicabut,'' lanjutnya.
Badjoeri diangkat sebagai manajer Persija melalui SK bernomor 144.Persija.Liga.SK.XI.2006. Semua untuk serah terima status manajer dari Soesanto atau H Santo kepada Badjoeri dilakukan pada 27 November 2006.
"Sebelum SK pengangkatan saya dicabut, maka kebijakan Toni Tobias tidak berlaku. Saya sudah bertemu Foke (Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta) dan tidak ada pergantian manajemen. Yang jelas, situasi Persija saat ini tetap. Bahkan, saya sudah konfirmasi langsung kepada Effendi Anas dan ternyata tidak tahu-menahu dengan wacana yang berkembang," ungkap Badjoeri.
Namun, Badjoeri mengakui kepemimpinannya belum menghasilkan prestasi. Macan Kemayoran pada Djarum ISL 2009/2010 gagal mewujudkan target juara dan finis di urutan 5. Mereka kalah bersaing dengan Arema Indonesia, Persipura Jayapura, Persiba Balikpapan, dan Persib Bandung. Bambang Pamungkas dkk juga tereliminasi di babak 8 besar Piala Indonesia 2010.
"Saya saat ini sudah tidak sesibuk sebelumnya. Kami siap besarkan Persija dan mewujudkan target juara musim depan," tandasnya.
Persija saat ini sudah memiliki 22 nama dan empat di antaranya legiun asing. Pelatih Persija Rahmad "RD" Darmawan mengatakan, kesiapan tim sudah 80%. Macan Kemayoran tinggal mencari satu gelandang asing.
artikel :bolaindo
post :jaklevi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar